CARA MEMULAI MERINTIS USAHA

Sebenarnya cara memulai merintis usaha itu mudah asalkan ada niat dan tekad untuk mewujudkannya.  Biasanya kebanyakan orang hanya berangan-angan (dream) ingin punya usaha tapi tidak pernah melangkah untuk memulai (take action).  Atau penuh perhitungan terlalu hati-hati sehingga malah takut untuk dengan bayang-bayang kegagalan.  Lain halnya dengan orang yg “terpaksa atau kepepet” misalnya sudah lulus kuliah lalu mencoba melamar kemana-mana tapi tidak diterima atau karyawan yang habis kena PHK lalu mencoba mencari pekerjaan baru tapi tidak dapat-dapat, maka dengan terpaksa mereka  memulai merintis usaha.

Faktor utama dalam memulai merintis usaha adalah memilih bidang usaha.  Bidang usaha bisa berupa produk atau jasa.  Banyak orang mengalami kebingungan dalam memilih bidang usaha yang akan digeluti.

Ide bidang usaha bisa berasal dari faktor internal atau eksternal.

Faktor internal bisa berasal dari :

  • latar belakang pendidikan
  • pengalaman kerja
  • hobi (kesukaan)
  • meneruskan usaha orang tua

Dari faktor-faktor tersebut diatas kita bisa membuat produk atau jasa yang bisa kita tawarkan ke pasar/konsumen.  Bisnis yang berasal dari kekuatan internal punya keunggulan karena kita lebih bisa menikmati bidang usahanya karena kita cukup menguasai dan bisa lebih mencintai usaha tersebut.

Selain faktor internal, peluang usaha juga bisa didapatkan dari faktor eksternal  berupa hasil pengamatan kebutuhan konsumen.  Kalau kita melihat ada barang atau jasa yang dibutuhkan konsumen tapi tidak ada yang menawarkan atau ada yang menawarkan tapi punya masih ada kelemahan (misalnya mutunya kurang bagus, pelayanan kurang cepat, keramahan, dll), maka hal itu bisa menjadi peluang yang bisa kita garap.

RESIKO

Selain mengamati kebutuhan konsumen, faktor lain yang juga penting adalah faktor resiko.  Sebagai pemula, sebaiknya kita memilih usaha yang resikonya relatif kecil.  Misalnya usaha sparepart motor yang barangnya tidak membusuk akan jauh berbeda dengan usaha kuliner yang kalau tidak laku maka barangnya harus dibuang.

PERSAINGAN

Faktor lain yang juga perlu dicermati adalah faktor persaingan.  Apakah di sekitar kita sudah ada usaha sejenis?  Kalau tidak ada berarti peluang kita untuk berhasil akan lebih besar.  Tapi kalau usaha sejenis sudah ada, maka perlu diperhatikan apakah kebutuhan konsumennya belum terlayani dengan baik (kualitas, kuantitas atau kontinyuitasnya).  Kalau sekiranya hal-hal tersebut belum terlayani dengan baik, maka peluang kita untuk menangkap kesempatan masih terbuka.

KEMAMPUAN MENGELOLA

Faktor berikutnya yang tidak kalah penting adalah tentang kemampuan kita untuk mengelola peluang usaha yang kita incar.  Pada tahap awal sebuah usaha baru (bukan waralaba/franchise) sebaiknya kita kelola sendiri (jangan buru-buru diserahkan kepada orang lain).  Hal ini bertujuan agar kita benar-benar menguasai seluk beluk bidang usaha tersebut antara lain mengenai mutu barang, strategi harga, administrasi barang dan keuangan, promosi dan pemasaran, standard pelayanan dan hal-hal lain yang penting.   Kalau ada hal-hal yang belum kita kuasai, maka kita bisa belajar dari orang-orang yang sudah berpengalaman di bidang tersebut.

Kalau kita membutuhkan tenaga ahli yang perlu membantu usaha kita (misalnya mekanik untuk bengkel motor atau koki untuk juru masak restoran), maka kita bisa merekrut tenaga tersebut dengan catatan kita buat hubungan kerjasama yang saling menguntungkan sehingga kerjasama tersebut bisa berjalan lancar.

Setelah kita benar-benar menguasai seluk beluk bidang usaha tersebut, barulah kita mencari karyawan-karyawan yang akan kita ajari untuk melakukan tugas sesuai keahliannya.  Hal ini bertujuan agar kita punya cukup waktu untuk berpikir mengembangkan usaha kita lebih besar lagi.

ILMU “ ATM “

Salah satu jurus yang bisa digunakan dalam memulai merintis usaha adalah jurus ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) maksudnya adalah kalau kita melihat ada usaha yang sudah ramai, coba amati barangkali mereka kewalahan dalam melayani pembeli, ini peluang bagi kita.  Pelajari cara produksi, pelayanan, manajemen, dll.  Lalu bukalah usaha yang sama tapi kita tingkatkan mutu barangnya, pelayanannya, manajemennya atau hal-hal positip lainnya yang lebih disukai oleh konsumen.

WARALABA / FRANCHISE

Walaupun kita  mempunyai kekuatan faktor internal maupun faktor eksternal seperti tersebut diatas, namun kenyataannya banyak pemula yang masih takut dan bingung.  Kalau kita mengalami kesulitan untuk memulai merintis usaha sendiri, kita bisa mengambil bisnis waralaba/franchise.  Kita bisa pilih waralaba/franchise yang sesuai dengan passion (kesukaan) kita dan yang diminati oleh pasar/konsumen.

Memang kalau kita mengambil bisnis waralaba/franchise kita harus mengeluarkan dana yang cukup besar untuk membayar franchise fee (semacam sewa merek usaha untuk jangka waktu tertentu) dan royalty fee (dari hasil  penjualan dipotong dan disetor ke pemilik franchise). Oleh karena  itu kita harus pintar memilih waralaba/franchise yang sudah dikenal luas oleh masyarakat dengan jaminan begitu kita buka langsung diserbu pembeli.  Selain itu waralaba/franchise tersebut sudah punya sistem manajemen yang mantap dan bisa ditiru oleh pemain baru sekalipun.

Jangan pilih waralaba/franchise yang belum dikenal dan kita perlu waktu  untuk promosi ke masyarakat.   Kalau terjadi demikian, mending kita merintis usaha sendiri.

BIMBINGAN USAHA

Karena banyak orang yang keberatan membayar franchise fee dan royalty fee yang dirasa menjadi beban bagi para pemula yang mau memulai merintis usaha, maka saat ini sudah ada beberapa pihak yang menawarkan model Bimbingan Usaha yaitu orang yang sudah lebih dulu berpengalaman di bidang usaha tertentu mau mengajari para pemula yang baru memulai merintis usaha, mulai dari nol sampai usahanya siap jalan, tanpa franchise fee maupun royalty fee.

Salah satu pihak yang menawarkan konsep Bimbingan Usaha adalah RAJA MURAH MOTOR.  Bimbingan Usaha yang ditawarkan meliputi :

  • Usaha Sales Sparepart Motor
  • Usaha Toko Sparepart & Bengkel Motor
  • Usaha Toko Ban Motor
  • Usaha Cuci Motor Mobil
  • Usaha Toko Mur Baut

Untuk keterangan lebih lanjut silahkan menghubungi :

RAJA MURAH MOTOR

Ruko No.39 didalam Terminal Ungarang

Kab. Semarang

Hotline : 081390014065 (bisa WA) atau 085799991350

Website : www.usahabengkelsparepartmotor.com

CARA MENGELOLA USAHA TOKO SPAREPART DAN BENGKEL MOTOR

Sebagai sebuah usaha tentunya kita sebagai pemilik berharap agar usaha tersebut bisa lancar dan berkembang di kemudian hari.  Demikian juga terhadap usaha toko sparepart dan bengkel motor, kunci sukses keberhasilannya terletak pada cara mengelola / manajemen yang baik.

Di bawah ini kami sampaikan beberapa tips dalam cara mengelola usaha toko sparepart dan bengkel motor yang meliputi beberapa aspek yaitu :

PENATAAN BARANG

Ada 2 kaidah penting dalam menata barang (oli, ban, sparepart, variasi motor).  Yang pertama penataan harus MENARIK untuk dilihat konsumen.  Barang2 tersusun dengan rapi dan kelihatan padat memenuhi seluruh volume ruangan.  Yang kedua pentaan harus SISTEMATIS yaitu kalau ada orang beli maka barangnya mudah dicari.  Lokasi barang juga harus diberi kode dan nanti kodenya dimasukkan kedalam data, sehingga masing-masing barang akan ketahuan lokasinya dengan cara melihat kode lokasi dari barang tersebut.

Penataan barang juga perlu mempertimbangkan beberapa kaidah sebagai berikut :

  • Barang yang mudah pecah diletakkan di etalase
  • Barang yang berat diletakkan di rak dan di bagian bawah
  • Barang yang cepat laku diletakkan di tempat yang mudah dijangkau
  • Barang yang kurang laku diletakkan di bagian belakang atau di bagian atas

Yang juga penting dalam cara mengelola usaha toko sparepart dan bengkel motor adalah perlunya barang2 dikelompokkan sesuai kategorinya, misalnya : kelompok oli, ban, aki, bola lampu, busi, laher/bearing, kampas rem depan, kamaps rem belakang, paking/perpak/gasket, mur, baut, per, dll.

PENATAAN PERALATAN BENGKEL MOTOR

Salah satu hal penting dalam cara mengelola usaha toko sparepart dan bengkel motor adalah penataan peralatan bengkel.

Seperti halnya barang, peralatan bengkel juga perlu ditata dengan rapi supaya tidak hilang dan mudah ditemukan kalau sewaktu-waktu mau dipakai.  Beberapa tempat penyimpanan peralatan bengkel antara lain : tool box, tool trolley / tool rack, lemari atau bisa juga ditempelkan di dinding.

Penyimpanan peralatan juga perlu untuk dikelompokkan misalnya kelompok kunci-kunci (kunci ring, kunci pas, kunci T, kunci Shock, obeng ketok, traker-traker), kelompok special tools (gerinda, bor tangan, scanner injeksi, multi tester, stelan klep), kelompok lain2 (gergaji, palu, oil can, jugil ban, dll.)

 

 

ADMINISTRASI STOK BARANG

Karena jumlah barang di toko sparepart sangat banyak (oli, ban, aki, busi, sparepart,mur baut dan variasi/aksesoris), maka sebaiknya admistrasi dilakukan pakai komputer/laptop dengan menggunakan software aplikasi, sehingga status stok masing-masing barang dapat diketahui : stok awal, keluar, masuk dan stok akhir.

Pada saat membuat nota penjualan, maka otomatis akan mengurangi stok barang.  Secara berkala juga bisa dicek barang-barang yang stoknya menipis yang sudah perlu untuk dilakukan pembelian.  Dari data administrasi jumlah barang juga bisa digunakan untuk mengecek kondisi jumlah barang secara fisik, apakah sama atau tidak.  Kalau ada jumlah barang yang secara administrasi dan fisik berbeda, maka berarti ada barang yang hilang atau terjual tapi belum di-administrasi.

Untuk membantu mempermudah pengenalan barang yang jumlahnya banyak, salah satu cara mengelola usaha toko sparepart dan bengkel motor adalah dengan membuat KODE BARANG.  Dari kode barang akan diketahui nama barang, untuk motor apa, harga beli, harga jual grosir ke bengkel2 lain, harga jual ecer ke konsumen langsung  dan juga diketahui lokasi barangnya.

Dengan adanya kode barang juga akan sangat membantu administrasi barang dengan menggunakan software.  Meskipun didalam software terdapat fasilitas BARCODE, tapi ternyata tidak semua barang ada barcode-nya, sehingga kode barang akan sangat membantu.

ADMINISTRASI KEUANGAN

Daripada pengelolaan keuangan dilakukan secara manual yang menyita energi dan tingkat resiko kesalahannya tinggi, maka untuk cara mengelola usaha toko sparepart dan bengkel motor dalam hal  administrasi keuangan juga dilakukan memakai software aplikasi.  Sebenarnya saat ini sudah ada software aplikasi yang lengkap yang bisa melakukan pengolahan data transaksi barang maupun keuangan.

Khusus untuk cara mengelola usaha toko sparepart dan bengkel motor, sebaiknya software tersebut juga bisa sekalian mengelola admnistrasi barang dan keuangan (baik keuangan dari transaksi barang maupun transaksi jasa bengkel).  Kami RAJA MURAH MOTOR  punya software lengkap seperti itu.

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

Sebuah usaha toko sparepart dan bengkel motor biasanya mempunyai tenaga mekanik dan penjaga toko, bahkan kadang juga punya salesman untuk menjual keliling ke bengkel2 lain. Kita harus punya sistem hubungan kerja yang saling menguntungkan.  Oleh karena itu selain karyawan mendapatkan gaji, juga perlu diberikan bonus sesuai dengan keuntungan usaha yang didapat, sehingga karyawan punya rasa memiliki dan bersemangat untuk ikut meningkatkan kinerja perusahaan.

Supaya koordinasi kerja antar karyawan bisa berjalan dengan lancar, maka perlu dibuatkan uraian kerja (job description) yang antara lain meliputi tugas, tanggung jawab, kewenangan dan target kerja dari masing-masing karyawan.  Setelah job descriptionnya jelas kemudian dibuatkan Standard Operation Procedure (SOP) cara mengelola usaha toko sparepart dan bengkel motor yang menjelaskan langkah-langkah kegiatan yang dilakukan secara rutin beserta karyawan yang terlibat dalam kegiatan tersebut.  SOP tersebut misalnya bagaimana tata cara berjualan, tata cara servis motor, tata cara penataan barang, tata cara penggunaan software, tata cara penyimpanan dan perawatan peralatan bengkel, dll.