Cara Mengelola Usaha Toko Sparepart dan Bengkel Motor

Sebagai sebuah usaha tentunya kita sebagai pemilik berharap agar usaha tersebut bisa lancar dan berkembang di kemudian hari.  Demikian juga terhadap usaha toko sparepart dan bengkel motor, kunci sukses keberhasilannya terletak pada cara mengelola / manajemen yang baik.

Di bawah ini kami sampaikan beberapa tips dalam cara mengelola usaha toko sparepart dan bengkel motor yang meliputi beberapa aspek yaitu :

PENATAAN BARANG

Ada 2 kaidah penting dalam menata barang (oli, ban, sparepart, variasi motor).  Yang pertama penataan harus MENARIK untuk dilihat konsumen.  Barang2 tersusun dengan rapi dan kelihatan padat memenuhi seluruh volume ruangan.  Yang kedua pentaan harus SISTEMATIS yaitu kalau ada orang beli maka barangnya mudah dicari.  Lokasi barang juga harus diberi kode dan nanti kodenya dimasukkan kedalam data, sehingga masing-masing barang akan ketahuan lokasinya dengan cara melihat kode lokasi dari barang tersebut.

Penataan barang juga perlu mempertimbangkan beberapa kaidah sebagai berikut :

  • Barang yang mudah pecah diletakkan di etalase
  • Barang yang berat diletakkan di rak dan di bagian bawah
  • Barang yang cepat laku diletakkan di tempat yang mudah dijangkau
  • Barang yang kurang laku diletakkan di bagian belakang atau di bagian atas

Yang juga penting dalam cara mengelola usaha toko sparepart dan bengkel motor adalah perlunya barang2 dikelompokkan sesuai kategorinya, misalnya : kelompok oli, ban, aki, bola lampu, busi, laher/bearing, kampas rem depan, kamaps rem belakang, paking/perpak/gasket, mur, baut, per, dll.

PENATAAN PERALATAN BENGKEL MOTOR

Salah satu hal penting dalam cara mengelola usaha toko sparepart dan bengkel motor adalah penataan peralatan bengkel.

Seperti halnya barang, peralatan bengkel juga perlu ditata dengan rapi supaya tidak hilang dan mudah ditemukan kalau sewaktu-waktu mau dipakai.  Beberapa tempat penyimpanan peralatan bengkel antara lain : tool box, tool trolley / tool rack, lemari atau bisa juga ditempelkan di dinding.

Penyimpanan peralatan juga perlu untuk dikelompokkan misalnya kelompok kunci-kunci (kunci ring, kunci pas, kunci T, kunci Shock, obeng ketok, traker-traker), kelompok special tools (gerinda, bor tangan, scanner injeksi, multi tester, stelan klep), kelompok lain2 (gergaji, palu, oil can, jugil ban, dll.)

 

 

ADMINISTRASI STOK BARANG

Karena jumlah barang di toko sparepart sangat banyak (oli, ban, aki, busi, sparepart,mur baut dan variasi/aksesoris), maka sebaiknya admistrasi dilakukan pakai komputer/laptop dengan menggunakan software aplikasi, sehingga status stok masing-masing barang dapat diketahui : stok awal, keluar, masuk dan stok akhir.

Pada saat membuat nota penjualan, maka otomatis akan mengurangi stok barang.  Secara berkala juga bisa dicek barang-barang yang stoknya menipis yang sudah perlu untuk dilakukan pembelian.  Dari data administrasi jumlah barang juga bisa digunakan untuk mengecek kondisi jumlah barang secara fisik, apakah sama atau tidak.  Kalau ada jumlah barang yang secara administrasi dan fisik berbeda, maka berarti ada barang yang hilang atau terjual tapi belum di-administrasi.

Untuk membantu mempermudah pengenalan barang yang jumlahnya banyak, salah satu cara mengelola usaha toko sparepart dan bengkel motor adalah dengan membuat KODE BARANG.  Dari kode barang akan diketahui nama barang, untuk motor apa, harga beli, harga jual grosir ke bengkel2 lain, harga jual ecer ke konsumen langsung  dan juga diketahui lokasi barangnya.

Dengan adanya kode barang juga akan sangat membantu administrasi barang dengan menggunakan software.  Meskipun didalam software terdapat fasilitas BARCODE, tapi ternyata tidak semua barang ada barcode-nya, sehingga kode barang akan sangat membantu.

ADMINISTRASI KEUANGAN

Daripada pengelolaan keuangan dilakukan secara manual yang menyita energi dan tingkat resiko kesalahannya tinggi, maka untuk cara mengelola usaha toko sparepart dan bengkel motor dalam hal  administrasi keuangan juga dilakukan memakai software aplikasi.  Sebenarnya saat ini sudah ada software aplikasi yang lengkap yang bisa melakukan pengolahan data transaksi barang maupun keuangan.

Khusus untuk cara mengelola usaha toko sparepart dan bengkel motor, sebaiknya software tersebut juga bisa sekalian mengelola admnistrasi barang dan keuangan (baik keuangan dari transaksi barang maupun transaksi jasa bengkel).  Kami RAJA MURAH MOTOR  punya software lengkap seperti itu.

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

Sebuah usaha toko sparepart dan bengkel motor biasanya mempunyai tenaga mekanik dan penjaga toko, bahkan kadang juga punya salesman untuk menjual keliling ke bengkel2 lain. Kita harus punya sistem hubungan kerja yang saling menguntungkan.  Oleh karena itu selain karyawan mendapatkan gaji, juga perlu diberikan bonus sesuai dengan keuntungan usaha yang didapat, sehingga karyawan punya rasa memiliki dan bersemangat untuk ikut meningkatkan kinerja perusahaan.

Supaya koordinasi kerja antar karyawan bisa berjalan dengan lancar, maka perlu dibuatkan uraian kerja (job description) yang antara lain meliputi tugas, tanggung jawab, kewenangan dan target kerja dari masing-masing karyawan.  Setelah job descriptionnya jelas kemudian dibuatkan Standard Operation Procedure (SOP) cara mengelola usaha toko sparepart dan bengkel motor yang menjelaskan langkah-langkah kegiatan yang dilakukan secara rutin beserta karyawan yang terlibat dalam kegiatan tersebut.  SOP tersebut misalnya bagaimana tata cara berjualan, tata cara servis motor, tata cara penataan barang, tata cara penggunaan software, tata cara penyimpanan dan perawatan peralatan bengkel, dll.

Related Post "Cara Mengelola Usaha Toko Sparepart dan Bengkel Motor"

Cara Memulai Membuka Usaha Onderdil Motor Sparepart
USAHA ONDERDIL MOTOR Membuat usaha sparepart /
Tips Usaha Toko Sparepart Motor dan Bengkel
Kami sering mendengar keluhan dari teman-teman yang
Cara Memulai Merintis Usaha
Sebenarnya cara memulai merintis usaha itu mudah

Comments are closed.