Cara Memilih Barang

KECEPATAN LAKU

Barang yang kita sediakan harus sesuai dengan kebutuhan konsumen, sehingga barang yang kita beli bisa segera terjual tanpa terlalu lama menjadi stok.
Berdasarkan tingkat lakunya, barang bisa dikelompokkan menjadi : barang yang cepat laku (fast moving), menengah laku (medium moving) dan kurang laku (slow moving). Barang2 yang cepat laku kita sediakan dalam jumlah banyak, yang menengah laku kita sediakan dalam jumlah menengah dan yang kurang laku kita sediakan dalam jumlah sedikit yg penting ada.

Untuk memilih barang2 kebutuhan dasar motor akan lebih mudah dibandingkan dengan memilih variasi / aksesoris. Secara umum barang yg sering dibutuhkan oleh motor (cepat laku) adalah aneka macam oli, ban dalam, ban luar, busi, aki, kampas rem cakram, kampas rem tromol, bohlam, bearing/laher, kabel rem, kabel gas, kabel kopling, kabel spido dll.

Adapun untuk memilih variasi/aksesoris harus lebih hati-hati karena jenis barang ini bersifat musiman (mengenal trend) dan selera antar daerah bisa jadi berbeda-beda. Barang yang laku sekarang bisa jadi 6 bulan lagi tidak laku karena selera konsumennya sudah berubah. Selera mere kantar daerah bisa jadi berbeda, contohnya didaerah tertentu velg yang laku merek Rossi, tapi di daerah lain yang laku merek TDR.

Oleh karena itu untuk para pemula lebih baik berjualan oli, ban dan sparepart karena barang2 tersebut cepat laku, dibutuhkan konsumen secara umum dan modelnya tidak berubah-ubah dalam jangka panjang.
Setelah penjualan barang2 tersebut sudah berjalan lancar, barulah mulai belajar untuk belanja variasi/aksesoris berdasarkan masukan/saran dari konsumen setempat.

MUTU BARANG

Berdasarkan popularitas mereknya, barang2 dikelompokkan menjadi 2 yaitu barang branded (merek terkenal) dan barang non branded (merek belum terkenal).
Barang branded antara lain :
– Oli federal, yamalube, AHM atau MPX, Castrol, Repsol, Shell, oli produksi Pertamina (mesran, endure, prima xp). Untuk ban antara lain : IRC, Aspira, Mizzle, FDR.
– Aki: GS, Yuasa.
– Busi NGK, Denso AHM
– Sparepart merek Honda genuine/original (AHM), Yamaha genuine, Suzuki genuine, Aspira, Indopart, Federal.

Barang Palsu

Seperti biasanya, kalau ada barang yang laku di pasaran maka cenderung ada pemalsuan. Hal ini juga terjadi pada dunia otomotif. Untuk menghindari supaya tidak terjebak membeli barang palsu, maka harus dipastikan bahwa kita belanja dari sumber-sumber yang bisa dipertanggung-jawabkan. Jangan beli dari pihak-pihak yang identitasnya diragukan.

Barang Non Branded / After Market (barang yang mereknya belum dikenal)

Banyak konsumen khususnya kelas menengah ke bawah yang tidak mampu membeli sparepart branded karena harganya yang relatif mahal. Mereka mencari sparepart dengan harga yang lebih murah tapi mutunya bisa diandalkan.

Sebenarnya kalau kita mau melakukan seleksi terhadap sparepart non branded, bisa ditemukan merek-merek yang harganya jauh lebih murah daripada yang branded, tapi mutunya bisa diandalkan.

Khusus untuk sparepart non-branded ternyata kita tidak bisa hanya mengandalkan 1 merek, karena 1 merek biasanya hanya kuat di item barang tertentu. Oleh karena itu kita harus melakukan seleksi beberapa merek yang kita ambil pada kekuatan itemnya.

Misalnya untuk kami Raja Murah Motor, untuk kampas rem kami pilih merek MPM, untuk bearing/laher kami pilih merek KC/TMK/SF, untuk CDI dan Kiprok kami pilih merek Fukuyama.

KELENGKAPAN BARANG

Salah satu kunci sukses usaha Toko Sparepart & Bengkel Motor adalah kelengkapan barang. Oleh karena itu kita harus melakukan pemilihan barang yang akan kita jual. Barang2 tersebut harus meliputi aneka macam oli, ban dalam, ban luar, busi, aki, sparepart branded, sparepart non-branded, mur baut motor, per-per, setelan rantai, sambungan rantai, mur baut umum dan secara bertahap juga menyediakan aneka variasi/aksesoris menyesuaikan selera konsumen setempat.